Danau Batur

BERWISATA DI DANAU BATUR DAN SEKITARNYA

Danau batur tepat berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki panorama indah. Bagaimana tidak, kaldera Gunung Batur ini sampai ditetapkan sebagai  Global Geopark Network oleh UNESCO. Bahkan desa-desanya juga memiliki daya tarik tersendiri.

Lokasi

Wisatawan bisa menggunakan mobil ataupun motor sewaan untuk melihat keindahan danau batur yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Denpasar atau membutuhkan waktu tempuh sekitar 1,5 – 2 jam.  Jika Anda ingin langsung ke lokasi ini dari bandara, maka perjalanan akan melalui Kabupaten Gianyar. Perlu diingat karena destinasi wisata ini berada di ketinggian, maka perjalanan cukup berkelok-kelok dan kadang ada jalanan menanjak maupun menurun. Selain itu, akses jalan yang digunakan adalah jalan sibuk karena menghubungkan kawasan utara dengan selatan Bali, sehingga kadang terjadi kemacetan.

Sejarah

danau batur merupakan kaldera Gunung Batur purba yang mengalami letus dahsyat sekitar 25 ribu tahun lalu. Karena letusan tersebut, muncullah kaldera seluas 138 kilometer persegi yang sebagian menjadi danau, dan sisanya menjadi desa-desa tempat bermukim penduduk. Selain itu, di bagian tepi danau juga berdiri Gunung Batur setinggi 1.717 meter di atas permukaan laut. Jika dilihat dari atas, maka gunung, danau dan sejumlah desa yang terhimpun ke dalam Desa Bintang Danu akan menyerupai sebuah baskom raksasa. Bahkan sejak 2012, Kaldera Gunung Batur ditetapkan sebagai  Global Geopark Network atau jaringan taman bumi global oleh UNESCO.

Berwisata ke danau

Untuk bisa berkeliling danau batur, wisatawan harus ke Dermaga Kedisan. Dermaga kayu, tempat perahu-perahu motor berlabuh ini memang menjadi dermaga utama bagi nelayan dan wisatawan. Wisatawan bisa menyewa perahu yang bisa memuat sekitar sepuluh orang, dan setiap wisatawan diwajibkan menggunakan jaket keselamatan. Setelah itu, barulah wisatawan bisa menikmati panorama indah dan hawa sejuk. Menariknya air danau ini pernah mengalami beberapa kali perubahan warna yang disebabkan aktivitas vulkanik dari  kaldera Gunung Batur.

Berwisata ke gunung

Selain berkeliling danau, wisatawan juga bisa melakukan pendakian untuk mencari posisi tertinggi ketika melihat matahari terbit dari puncak Gunung Batur. Bagi wisatawan yang berminat tersedia beberapa jalur trekking. Umumnya dibutuhkan waktunya sekitar 1,5 jam hingga 2 jam baik untuk naik maupun turun dari puncak gunung. Wisatawan bisa mendaki pucak gunung sendiri atau pun menyewa pemandu lokal.

Berwisata ke desa

Selain kecantikan danaunya, desa di tepi danau juga memiliki daya tarik tersendiri, seperti Desa Trunyan. Wisatawan harus menyeberang terlebih dahulu menggunakan perahu bermotor untuk bisa melihat keunikan tradisi masyarakat Bali Mula atau Bali Aga yang mendiami Desa Trunyan.

Tradisi pemakan masyarakat Bali Mula, berbeda dengan tradisi ‘ngaben’ yang umum dilakukan di Bali. Sebab masyarakat Bali Mula memamkan jenazah dengan meletakan begitu saja di atas tanah. Lokasi pemakaman ini berada di sisi timur Danau Batur dan terpusat pada satu pohon yakni Taru Menyan yang konon mampu menghilangkan bau busuk.

Selain Desa Trunyan, ada juga Desa Penglipuran yang masuk sebagai salah satu desa terbaik di dunia. Keunikan desa berlanskap menurun  ini adalah desain bangunan rumah yang berderet rapi di kanan kiri jalan dan semua arsitektur bagian depan rumahnya serupa mulai dari rumah paling ujung hingga paling hilir desa. Bahkan jalanannya dibuat dari batu alam dengan banyak tumbuh bunga warna-warni di sekitar desa. Jadi, apakah Anda tertarik berwisata ke desa sekitar danau batur ?

Share Yuk !

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay